Kamis, 30 Januari 2020

Budaya dan Tradisi di Negara Afrika.

Bukan hanya Indonesia saja, bahkan di negara lain juga memiliki budaya atau tradisi,sebut saja negara dengan orang berkulit hitam ini memiliki beberapa budaya dan bahkan memiliki tradisi yang sedikit tidak masuk dalam akal.
Pada umumnya pada masyarakat kulit hitam, kepercayaan mereka masih berlandaskan kepada dewa-dewa,semangat nenek moyang, dan kuasa-kuasa gaib. Mereka juga membenarkan poligami bagi yang sudah menikah.
Bagi masyarakat Afrika, kerbau memiliki peran lebih. Kerbau di identikkan sebagai simbol kekayaan dan hewan korban.
Untuk kesenian, Afrika Selatan menyimpan beberapa lukisan gua dan batu oleh Suku San. Ada diantara lukisan tersebut berusia 26.000 tahun. Di Afrika Selatan terdapat sebuah tarian yang dilakukan dengan mengenakan sepatu bot Wellington. Bahkan terdapat Tarian yang disebut sebagai Tarian Gumboot. Selain itu ada juga tarian tradisional yang disebut dengan Tarian Vokspele. Dan berikut ini beberapa budaya yang terdapat di Afrika Selatan.
1. Festival
Ada berbagai macam festival yang ada di Afrika Selatan yakni : Prickly Pear Festival, Uitenhage Eastern Cape. Hal ini diadakan pada akhir Februari atau awal Maret di Cuyler Hofstede pertanian museum dekat Uitenhage. Ini adalah hari makanan tradisional seperti bir jahe, pancake, potjiekos, buatan selai, panggangan braai dan ikan braai, kelinci-chow dan rumah-dibuat puding. Selain itu banyak festival yang diadakan di Negara ini yaitu Keju Festival, Cape Town Jazz Festival Klein Karoo Festival, Philippolis Witblits Festival dan masih banyak yang lainnya.
2. Tari-tarian
Tarian Gumboot (atau isicathulo) adalah Afrika tarian yang dilakukan oleh penari mengenakan sepatu bot Wellington Di Afrika Selatan ini lebih umum disebut bersepatu. Sepatu mungkin dihiasi dengan lonceng. Suara ini akan menjadi kode atau panggilan yang berbeda untuk mengatakan sesuatu kepada orang lain jarak yang cukup dekat. Ini pada dasarnya digunakan sebagai bahasa di lapangan pertambangan. Selain itu terdapat tarian Vokspele yang merupakan tari tradisional Afrika Selatan juga.
3. Pakaian Adat
Pakaian adat Afrika Selatan yang dikenakan, seperti gaun panjanag misalnya wear.For, Di Afrika Selatan dikenal dengan kemeja Madiba. Kain ini kemudian dipotong menjadi bentuk garmen. Di Eastern Cape, Afrika Selatan kita menemukan orang-orang Xhosa, pakaian dangaya populer seorang wanita di wilayah ini termasuk sudah modern.
“Mbaco Pakaian” Mbaco seratus persen terbuat dari katun yang ada dalam tiga warna primer dan tradisional untuk daerah: krim, merah dan orange.
Budaya yang terdapat disana tak jauh beda bukan dengan Indonesia? Mereka memiliki festival, pakaian adat bahkan ada tarian khas dari negara tersebut. Ada satu tradi sini di negara ini yang begitu terkenal yaitu, seperti yang saya jelaskan di bawah ini.
4.Tradisi Lepas Perawan
Tradisi melepas perawan ini banyak dilakukan remaja Afrika Selatan sesudah mereka lulus sekolah. Cukup mengejutkan untuk kita mendengarnya. Karena, pada umumnya keperawanan biasanya diberikan kepada pasangan yang masing-masing dalam ikatan yang “SAH“. Namun, hal ini tidak berlaku lho pada remaja yang berada di Afrika Selatan. Entah hal ini karena kemajuan negara atau memang kebablasan, pastinya kita semua tidak dapat mengetahuinya. Afrika, benua dengan wilayah daratan yang cukup luas. Ditempati begitu banyak penduduk dengan berbagai suku dan tradisi yang sebagain besar merupakan suku asli. Sebagian masyarakat suku di sana, masih belum begitu terpengaruh perkembangan zaman.
Mereka masih memegang teguh tradisi yang telah diwarisi secara turun-temurun. Imbasnya masih banyak berbagai ritual yang masih dilaksanakan masyarakat suku hingga sekarang. Ritual ini dinamakan sebagai pembersihan para gadis. Nah, pertanyaannya bagaimanakah penduduk desa melakukan hal tersebut? Ritual ini dilakukan dengan membiarkan para gadis ditiduri oleh seorang pria. Pria ini juga bukan pria sembarangan, dia adalah orang yang terpilih secara adat dengan gelar Hyena. Pria Hyena inilah yang dibayar untuk melakukan “pembersihan” dengan cara berhubungan badan tentunya. Para orang tua di Malawi ini sangat percaya jika ritual tersebut tidak dilakukan maka malapetaka besar akan menimpa si gadis. Ritual ini juga berlaku bagi para janda dan wanita yang keguguran untuk melakukan pembersihan juga.
Sebuah tradisi memang sulit untuk dilepaskan dari beberapa negara, bahkan suku yang sangat mempercayai akan sebuah ritual semacam ini. Sayangnya, para orang tua di sana tidak menyadari bahaya yang mengintai putri mereka. Perilaku seks semacam ini berpotensi besar menularkan virus HIV kepada para gadis. Praktik pembersihan ini dituding sebagai salah satu penyebab meningkatnya penderita HIV di Malawi. Pemerintah Malawi telah berupaya menghalau praktik ritual pembersihan tersebut. Salah satunya dengan melakukan pelarangan pernikahan anak dan meningkatkan usia pernikahan dari 15 tahun menjadi 18 tahun.

Suku Aceh



Suku Aceh merupakan suku yang memiliki sejarah panjang di masa lalu. Sebutan Suku Aceh ditujukan kepada penduduk asli Aceh yang berada di wilayah Nangroe Aceh Darussalam, suatu provinsi yang berada di paling ujung Pulau Sumatera sebelah utara.Mayoritas penduduk Suku Aceh adalah beragama Islam dan memiliki kekayaan budaya yang beragam.  Kebudayaan-kebudayaan yang dimiliki sarat dengan nilai-nilai Islam dan adat-istiadat setempat. Suku Aceh memiliki rentetan sejarah yang sangat panjang. Nenek moyang Suku Aceh berasal dari berbagai wilayah di luar Indonesia.
Yakni Arab, Melayu, Semenanjung Malaysia, dan India. Tiap-tiap periode tertentu memiliki ciri khas budaya dari Nenek Moyang yang berbeda. Hal ini terjadi karena wilayah Aceh menjadi salah satu tempat singgah paling sering dikunjungi bagi para pedagang di seluruh dunia.
Dulu sebelum Islam datang, masyarakat Aceh mayoritas memeluk Agama Hindu. Hal ini dapat dibuktikan dari beberapa budaya Aceh yang masih memiliki unsur-unsur Hindu dan budaya India. Namun setelah Agama Islam datang, kebudayaan Aceh mengalami perubahan dan menyesuaikan dengan kebudyaan Islam.

Kebudayaan Suku Aceh

Suku Aceh
Sehingga sejak saat itu, mayoritas Suku Aceh beragama Islam. Kebudayaan-kebudayaan Suku  Aceh masih tetap lestari hingga sekarang. Beberapa kebudayaan Aceh cukup terkenal dan masih menjadi suatu ikon yang nampak apabila masyarakat di wilayah lain mengenang tentang Aceh.

Ciri khas kebudayaan Aceh tidak bisa dilepaskan dari sejarah, adat istiadat, dan Islam. Berikut beberapa jenis kebudayaan yang dimiliki oleh Suku Aceh :

1. Rumah Adat

Rumah adat yang dimiliki Suku Aceh dinamakan Krong Bade. Ciri khas dari rumah ini adalah bentknya yang panggung dengan jarak lantai 2,5 – 3 meter dari atas tanah.
Bangunan ini dibangun menggunakan bahan kayu secara keseluruhan, mulai dari atap, lantai hingga beberapa ornamen-ornamen yang dihias pada dinding-dinding. Sementara atapnya terbuat dari anyaman daun enau.
Keunikan dari rumah adat aceh ini adalah dari segi fungsinya. Bagian kolong rumah (ruang luas di sela-sela panggung) difungsikan sebagai tempat untuk menyimpan persediaan makanan.
Sementara pada bagian atas, atau ruangan rumah difungsikan sebagai tempat untuk menerima tamu, bermusyawarah, dan digunakan untuk beristirahat dengan pembagian-pembagian ruangan .

2. Pakaian Adat

Aceh juga memiliki jenis pakaian adat yang dikenakan pada acara-acara  tertentu. Pakaian adat aceh dibedakan menjadi 2 jenis, yakni pakaian adat laki-laki dan pakaian adat perempuan. Masing-masing pakaian adat tersebut memiliki nama dan ciri khas yang berbeda. Pakaian-pakaian adat ini dipakai pada acara-acara tertentu saja, seperti acara pernikahan, upacara adat, dll.
Untuk pakaian laki-laki, mereka mengenakan  perpaduan pakaian antara baju Meukasah dengan celana Cekak Musang. Baju Meukasah merupakan pakaian berwarna hitam lengkap dengan pernik-pernik berwarna kuning keemasan. Sementara Cekak Musang merupakan jenis celana yang longgar dan panjang yang erat sekali dengan nilai-nilai melayu dan Islam.
Sementara untuk pakaian perempuan, mereka juga mengenakan perpaduan pakaian, yakni baju Kurung Lengan Panjang dengan celana Cekak Musang. Baju Kurung Lengan Panjang berciri khas longgar dan tertutup. Sama seperti celana Cekak Musang, baju Kurung Lengan Panjang juga sangat erat dengan nilai-nilai melayu dan Islam. Baju ini biasa dikombinasikan dengan jilbab atau kerudung.

3. Upacara Adat

Upacara adat juga menjadi tradisi masyarakat Aceh. Biasanya, upacara adat yang sering diselenggarakan adalah upacara perkawinan. Upacara ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, seperti melamar calon pengantin, acara tunangan, pesta, penjemputan mempelai perempuan, sampai pada penjemputan mempelai laki-laki. Selain upacara perkawinan, ada juga upacara peusijuek, yang upacara yang dilaksanakan dengan memercikkan benih-benih air yang telah dicampur tepung tawar pada seseorang yang memiliki  hajat tertentu.

4. Tarian Adat

Aceh juga kaya akan tarian adatnya. Salah satu tarian adat yang cukup terkenal adalah Tari  Seudati. Tarian ini berupa gerakan yang enerjik, khas, serta lugas dengan mengandalkan gerakan tangan dan kaki. Tangan dan kaki yang dilakukan dengan sangat lincah dan cepat, sehingga menghasilkan gerakan-gerakan yang berirama dan harmonis.
Selain Tari Seudati, ada juga tarian yang terkenal, yakni Tari Saman. Tarian ini  dilakukan dengan gerakan tepukan pada bagian tangan, dada, dengan tanpa diiringi alat musik. Namun, walaupun tanpa disertai alat musik, tari ini  tetap meriah karena gerakan-gerakan penari yang bersemarak, sehingga menarik dan indah untuk dilihat. Selain Tari Saman, terdapat tarian-tarian lain seperti Tari Laweut Aceh, Tari Tarek Pukat, Tari Didong, Tari Ratok Duek Aceh, dan tarian-tarian lainnya.

5. Senjata Tradisonal

Aceh juga memiliki senjata tradisional yang terkenal, yakni Rencong. Senjata ini mirip dengan keris yang dulu dipakai oleh Suku Aceh pada masa  Kesultanan Aceh. Terdapat berbagai jenis senjata Rencong, seperti Renconng Meupucok, Rencong Meukuree, Rencong Meucugek, dan Rencong Pudoi. Selain Rencong, Aceh juga memiliki senjata tradisional lainnya seperti Siwah dan juga Peudeung.

6. Makanan Adat

Makanan adat khas Aceh memiliki ciri khas yang mirip dengan makanan khas India, salah satunya gulai atau kerambi kering. Ada juga makanan khas Aceh yang menggunakan bahan dasar ikan, yang dinamakan eungkot paya.
Selain makanan adat tersebut,  terdapat makanan-makanan adat lainnya seperti manisan pala, sanger, pisang sale, kembang loyang, keumamah, dan lain-lain. Anda dapat mencobanya suatu saat ketika berkunjung ke wilayah Nangroe Aceh Darussalam.

7. Lagu Daerah

Lagu daerah juga merupakan salah satu jenis kebudayaan Aceh. Dengan dilengkapi lagu daerah, seni-seni yang terlukis dalam kebudayaan Aceh menjadi lebih lengkap dan kompleks.
Lagu daerah yang cukup terkenal dan sering dinyanyikan Suku Aceh adalah Bungong Jeumpa dan Piso Surit. Selain itu, terdapat jenis-jenis lagu daerah lainnya, seperti Tawar Sedenge, Aceh Lon Sayang, Sepakat Segenap, Aneuk Yatim, dan Lembah Alas.
Itulah beberapa jenis kebudayaan Suku Aceh yang begitu menarik untuk dipelajari. Kebudayaan-kebudayaan tersebut tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai Islam dan adat-adat kemelayuan.
Ciri khas budaya yang dimiliki sangat dipengaruhi oleh sejarah Suku Aceh di masa lalu. Berbagai macam kebudayaan tersebut menjadikan Suku Aceh sebagai suku yang bermartabat dan memiliki nilai-nilai sejarah yang tinggi.


Asal-usul gado-gado



Gado-gado
Dalam kehampaan sejarah tentang asal-muasal gado-gado, kita anggap saja gado-gado adalah sajian khas Betawi. Tetapi, gado-gado sudah sejak lama menembus keluar Jakarta dan telah pula menjadi hidangan yang sangat populer di seluruh Indonesia. Gado-gado muncul pada daftar makanan di restoran dari Sabang sampai Merauke. Bahkan banyak orang asing mengenali gado-gado – di samping nasi goreng – sebagai carte du jour nasional Indonesia.

Bahkan asal kata gado-gado pun masih gelap. Mungkinkah itu berasal dari bahasa Prancis? Atau Belanda? Atau Portugis? Tidak ada satu pun kamus Bahasa Indonesia yang dapat menjelaskan dari mana asal kata gado-gado. Bahkan dalam bahasa Betawi – yang untuk sementara kita sepakati sebagai asal-muasal dan tempat terpopuler untuk makan gado-gado – tidak dikenal istilah asli yang dapat menjelaskan asal kata gado-gado. RRI Studio Jakarta dulu punya acara obrolan yang amat populer antara seorang tukang sado (Bang Madi) dan tukang gado-gado (Mpok Ani). Keduanya adalah tokoh legendaris yang telah ikut menanamkan claim bahwa gado-gado adalah hidangan khas Betawi.

Gado-gado bahkan menjadi istilah untuk segala macam yang sifatnya merupakan adukan dari berbagai unsur. Misalnya, bahasa gado-gado untuk mengatakan bahasa campur-campur. Perkimpoian gado-gado adalah untuk dua mempelai yang punya latar belakang suku, agama, atau ras yang berbeda. Gado-gado barangkali juga merupakan istilah rakyat untuk mengatakan Bhinneka Tunggal Ika atau keberagamaan.

Kita hanya dapat memperkirakan asal nama gado-gado. Orang Jawa biasanya memakai istilah digado untuk makanan yang bisa dimakan tanpa nasi. Gado-gado, sekalipun sering dimakan dengan lontong, memang jarang dimakan dengan nasi. Bila dimakan dengan lontong, gado-gado memang merupakan a meal in itself, bukan lauk. Di Jawa ada makanan yang disebut gadon karena bisa dimakan tanpa nasi.

Mungkin karena claim yang kabur tentang gado-gado inilah maka kita tak dapat memperjuangkan claim resmi sebagai pemilik hak cipta atas gado-gado. Seorang pembaca "Jalansutra" di New Zealand bahkan dengan geram menemukan temuannya karena restoran Malaysia di sana menyebut gado-gado sebagai hidangan nasional Malaysia.

Pada dasarnya, gado-gado adalah campuran berbagai sayur rebus yang dibubuhi bumbu atau saus dari kacang. Sayur-mayur rebus yang dipakai biasanya adalah bayam atau kangkung, kacang panjang, tauge, labu siam, jagung, nangka muda, pare (paria), kol (kubis). Di atas sayur rebus itu dibubuhi lagi berbagai "asesori" seperti tahu goreng, tempe goreng, kentang goreng atau rebus, telur rebus, dan timun (tidak direbus) yang diiris tipis. Terakhir, setelah diberi bumbu kacang, ditaburi lagi bawang goreng dan kerupuk. Kerupuknya bisa emping mlinjo, kerupuk merah, kerupuk udang, atau kerupuk Palembang. Jenis kerupuk yang dipakai biasanya menentukan murah-mahalnya gado-gado. 

Gado-gado mengenal dua varian bumbu atau saus kacang. Yang pertama dan paling disukai adalah bumbu yang diulek secara individual. Bumbu ulek ini disukai karena dianggap lebih fresh, dan lebih eksklusif. Misalnya, ada orang yang ingin cabenya lebih banyak, atau tanpa kencur, atau mau ditambah daun jeruk purut yang diulek dan diratakan ke seluruh cobek agar memberi keharuman dan citarasa yang khas.

Varian yang kedua adalah bumbu yang sudah dipersiapkan dalam jumlah banyak dan tinggal disiramkan ke atas campuran sayur dan asesorinya. Ada pula yang merebus bumbu atau saus kacang ini sebentar agar semua elemen bumbunya menyatu. Apa pun jenis bumbu yang Anda pilih, pada akhirnya citarasa pribadilah yang menentukan.

Rabu, 22 Januari 2020

                     Pohon kelapa 🌴


Pembahasan pohon kelapa:
     Pohon kelapa merupakan sejenis pohon palem yang tergolong tumbuhan berbiji satu. Pohon kelapa mempunyai ciri pohon tidak bercabang, daunnya menyirip dan akarnya berakar serabut, serta mempunyai batang yang keras.


Manfaat pohon kelapa:
a. Batangnya digunakan sebagai bahan bangunan.
b. Daunnya dapat digunakan sebagai bahan kerajinan tangan.
c. Buahnya dapat menghilangkan dahaga (air kelapa)
d. Daging buahnya dapat digunakan untuk memasak (santan)

e. Akarnya dapat dubuat bahan kerajinan tangan.
f. Tempurung kelapa dapat dibuat kerajinan tangan
g. Serabut kelapadapat dibuat kerajinan tangan.
h. Daun kelapa dapat digunakan sebagai atap rumah.
i. Batang daun kelapa dapat dibuat sapu lidi.
j. Air niranya dapat digunakan sebagai gula merah.